London (keliling kota, Stonehenge, Greenwich)

Jalan Oxford, atau Oxford Street, adalah tempat yang dicari-cari suami untuk nyari oleh-oleh yang murmer. Emang ada yang murmer di London? Ya kalo kursnya di-rupiah-in sih jatohnya mayan juga, cuman ya mau gimana lagi….jalan-jalan jauh ke London kalo gak beli oleh-oleh koq ya gak afdol gituh….hehehehe. Makanya, didatengilah Oxford Street itu.

Kalau naik dari stasiun Hammersmith, turun di stasiun Green Park, lalu naik Tube yang jalur Victoria dan turun di Oxford Circus. Stasiun Oxford Circus itu udah di tengah2 Oxford Street, suami lalu nyusurin sepanjang jalan itu yang banyak terdapat toko2 penjual suvenir2 buat turis. Kayak kaos bisa seharga £8 – £12, gantungan kunci seharga £10 dapet 3-4 biji, dan souvenir lainnya.

Selain toko-toko souvenir di Oxford Street, suami juga pergi ke Harrods, tempat belanja yang katanya dulu punya Al-Fayed, bapaknya Dodi Al Fayed, pacarnya alm Lady Diana. Gak tau deh sekarang masih punya Al Fayed ato udah gak. Yah, telanjur udah familiar ama nama Harrods, suami dan rombongan pun meluncur kesana. Gedung belanjanya ada 5 lantai (kalo gak salah), dan yang dijual barang2 bermerk semua. Harga? Yah jangan tanya. Harrods gitu loh. Suami bilang kalo barang yang paling murah yang dia liat seharga £34, dan hanya sebuah payung😀.

Tapi ternyata di lantai paling bawah, ada satu blok yang ngejual barang2 produk Harrods sendiri, dan harganya masih bisa dijangkau. Akhirnya, suami pun belanja disitu. Ada tas merk Harrods, dan suami bela2in nelpon saya untuk tanya mau tas yang modelnya seperti apa🙂. Dibandingin di toko souvenir biasa, harganya sedikit lebih mahal. Contoh, gantungan kunci yang di took biasa £10 dapet 3 biji, disini £7 dapet 1 biji😦. Yah gak apa2 deh….nyoba jadi orang kaya yang belanja di Harrods :p.

Di London, terdapat beberapa klub sepakbola yang namanya sudah mendunia. Kesempatan berada di London gak dilewatkan oleh suami untuk mengunjungi stadion-stadion beberapa klub terkenal itu, yaitu Chelsea dan Arsenal.

Suami berangkat ke stadion Stamford Bridge milik kesebelasan Chelsea menggunakan bis tingkat Double Decker yang terkenal itu. Kebetulan Chelsea adalah juara liga EPL 2009-2010, sehingga waktu sampai di sana, souvenir yang dijual sangat banyak variasinya. Tadinya suami mau masuk ke dalam stadium, tapi untuk kunjungan ke dalam ada jadwalnya, dan harganya….seperti biasa, mahal🙂. Kata suami, daripada buat masuk cuman liat lapangan doang, mending buat dibeli oleh-oleh…hehehe. Setuju !

Selain Chelsea, suami juga datang ke stadion milik tim Arsenal, yaitu Stadium Emirates. Dari stadium Chelsea tinggal naik Tube ke Stasiun Arsenal. Stadium di London kalo diperhatiin agak-agak nyentrik, mereka berada di tengah-tengah rumah penduduk. Jadi gak enak juga ya yang rumahnya tetanggaan ama stadium.

Suasana di Stadium Emirates relative sepi karena letaknya yang mungkin agak jauh dari kota London, tapi memang kelihatan kompleks stadiumnya lebih mewah daripada stadium Chelsea. Gak banyak variasi souvenir di stadium ini, tapi suami beliin saya perfume Arsenal. Katanya, wangi perfumnya enak, dan pas udah saya pake sih, emang enak wanginya. Harganya £15. Baik di Chelsea maupun di Arsenal, suami gak beli souvenir sepakbola apa-apa karena dia bukan penggemar liga sepakbola Inggris.

Stonehenge, mungkin nama itu udah familiar didengar. Ya, itu adalah peninggalan bersejarah berupa tumpukan batu2 yang sangat fenomenal. Jarak dari kota London ke Stonehenge sekitar 1,5 jam perjalanan mobil. Tumpukan batu tersebut berada di tengah lapangan yang sangat luas dan pemandangan dari situ sangat indah. turis mengikuti jalur yang sudah ditentukan yaitu memutari tumpukan batu-batu tersebut, sehingga semua turis dapat melihat semua sisi situs tersebut. Dengan cuaca yang mendung dan angin yang berhembus, kata suami, jadi keinget novel-novel karangan Enid Blyton.

Selanjutnya, perjalanan suami diteruskan ke kota Greenwich. Ya kota waktu….inget Greenwich, inget GMT, Greenwich Meridian Time. Kota yang berada pada garis bujur 0 derajat yang membagi bumi menjadi belahan timur dan barat. Kota ini agak diluar kota London, dari Stasiun Bank jalur Central, naik jalur DLR turun di Stasiun Greenwich. Dari stasiun masih jalan lagi naik bukit ke Royal Observatory Greenwich. Di sinilah terdapat jalur 0 derajat pembagi timur dan barat bumi. Foto suami menunjukkan kaki kanan terletak pada bumi bagian barat, dan kaki kiri terletak pada bumi bagian timur🙂.

Tentang Monika Suharko

liitle old fashion woman that like to travel around the world n share to others
Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s