Backpacking South Korea : Panmunjom-DMZ

Ada salah satu tagline yang berbunyai : ” mengunjungi seoul belum lengkap apabila kita tidak pergi ke Panmunjom-DMZ”. Ini adalah inti dari segala inti backpacking di seoul korea selatan. Dari awal kita sudah buking online di Panmunjom tour (PTC) http://www.panmunjomtour.com/, dimana hanya ada di hari selasa sampai jumat, kita hanya melakukan buking online membayarnya bisa on site saat mau berangkat.
Ada beberapa program tour yang mereka tawarkan, saya memilih yang combined tour, yaitu mengunjungi panmunjom dan DMZ nya. Berangkat jam 08.00 tepat dari lotte hotel lantai 2 (kantor mereka di lantai 6), pemandu tour bercerita tentang keadaan di korea utara sekarang. Kemudian dia memperkenalkan seorang wanita warga negara korea utara yang lari ke korea selatan lewat beijing dan bagaimana perjuangannya saat melarikan diri. Antara fokus dan tidak fokus dengan “konglish” (korean english) mereka, saya lebih suka menikmati pemandangan perjalanan dari seoul menuju DMZ. Hamparan sawah menguning, pertanian intensif luas terbentang, terkadang membuat bertanya-tanya kenapa Indonesia tidak bisa seperti ini pertaniannya. Akhirnya kita sampai di check point 1, di Imjingak. Disini pemandu tour membeli tiket agar kita bisa masuk ke DMZ, sedangkan kita disuruh ke toilet dan diberi waktu sekitar 15 menit. Saat saya berkunjung ke sini, pas dimana ada ketegangan antara korut dan korsel gara-gara acara peluncuran balon udara, dimana korut akan mengancam melempar rudal jika korsel tetap meluncurkan balon udara untuk cara seremonial pembukaan event.

Desa terakhir yang kita temukan sebelum masuk ke DMZ

Di imjingak terdapat freedom bridge dan kita masih bebas befoto-foto ria di sini, setelah itu kita segera berangkat ke DMZ. Sebelum sampai ke DMZ kita akan di periksa paspor dan visa oleh tentara wajib militer korsel. Warga korsel khususnya pemudanya wajib menjalani wajib militer selama 21 bulan, jadi semua penyanyi k-pop yang terkenal di Indonesia dulunya mereka wajib militer juga. Pantes tentara korselnya kayak artis semua..:D. Setelah di periksa, dimana di titik tersebut kita tidak boleh berfoto-foto kita akan berhenti di mile stone ke 2, yaitu unification building.

Bangunan Unification

Di tempat ini kita di sediakan teropong dengan membayar KRW 500, kita dapat mengarahkan teropong langsung ke arah korea utara. Dari teropong ini akan terlihat bendera korut yang merupakan tiang bendera tertinggi di dunia. Tapi sayangnya kita tidak boleh berfoto-foto di dekat teropong, karena dikhawatirkan korut mengira korsel sedang memata-matai mereka. Jadi kita boleh berfoto sampai di garis kuning yang telah di tentukan. Bangunan ini tadinya akan digunakan untuk reuni warga korut dan korsel yang telah lama terpisah, tapi sayang hal ini tidak pernah terjadi.

Dari sini kita segera pergi ke DMZ, dimana di DMZ ini terdapat the 3rd infiltration tunnel, film mengenai perang korea beserta museumnya. Masuk ke 3rd infiltartion tunel sangat menarik, dimana kita akan dibawa dengan kereta mirip kereta tambang dan menggunakan helm proyek masuk ke 500 di bawah permukaan tanah, sangat lembab gelap dan sempit. Awal kereta turun rasanya sangat sesak di dada, apalagi di tambah kekhawatiran bagaimana kalau mulut guanya runtuh, bisa terkubur hidup-hidup aku. Sesampainya di bawah kita akan melihat keadaan dimana tentara korut ingin menggunakan tunel tersebut untuk menyerang korsel, tetapi keburu ketahuan.

Sehabis dari sini, kita akan di bawa ke Dorasan Stasiun. Stasiun ini adalah stasiun terakhir di korsel dimana stasiun selanjutnya sudah masuk wilayah korut. Sayang sungguh sayang jalur yang sedemikian bagus terbangun dengan stasiun yang bagus pula ternyata hanya sekali saja. Setelah itu pemerintah korut menutup akses masuk ke negaranya melalui jalur kereta. Hebatnya stasiun ini tetap terawat walaupun sudah tidak beroperasi, tidak karatan atau hilang ornamen2nya. Di stasiun ini pula dijadikan jalan oleh penyelundup dari korut yang akan masuk ke korsel dengan membunuh penjaga yang ada di stasiun ini, mereka bilang butuh 4 menit dari korut untuk sampai stasiun ini hanya dengan jalan.

Stelah dari Dorasan stasiun kita makan siang, untuk pertama kalinya aku mencoba bulgogi sapi, enak juga. Tapi karena makannya bersama-sama dalam panci yang besar d mana semua supit masuk dari beberapa orang yang tidak di kenal, jadi mengurangi kenikmatan makan. Puncak dari segala puncak adalah kita di bawa JSA building (blue building). Disinilah letak bangunan di mana tentaranya selalu siaga penuh 24 jam. Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang JSA lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Joint_Security_Area.

Sepulang dari JSA tour kita melewati sungai, sungguh indah sebuah sungai besar dengan aliran air yang lancar dan bersih ditambah matahari yang terbenam di ufuk barat. Tapi sayang sebuah sungai yang indah itu harus terbelah menjadi 2 dimana secuil bagian dari korsel dan secuil bagian dari korut, maha besar allah yang menciptakan semuanya serba mudah dan luas ternyata kita sendiri yang membuat sekat-sekat susahnya kehidupan.

Tentang Monika Suharko

liitle old fashion woman that like to travel around the world n share to others
Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s