Backpacking To Palu : Hamparan Karpet Hijau di pinggiran lautan

Hamparan warna biru dan hijau menyambut ketika pesawat hendak mendarat di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Terkagum-kagum saya dibuat akan kebesaran Allah SWT, ternyata Palu yang beritanya selalu identik dengan kekerasan, pertikaian dan jauh dari rasa aman ternyata menyimpan beribu keindahan yang pantas untuk dinikmati.

Pulau Sulawesi

Setelah menempuh 2 jam penerbangan dari Jakarta ke Makassar , transit 45 menit dilanjutkan dengan 1 jam penerbangan dari Makassar ke Palu akhirnya saya mendarat di Bandara Mutiara Palu dengan maskapai penerbangan nasional. Landasan udara yang masih pendek membuat pesawat harus berupaya keras menghentikan lajunya.

Udara di Kota Palu memang cukup terik, bukit yang terletak di sekitar Kota Palu ternyata tidak membuat kota tersebut sejuk. Kota Palu yang terletak di cekungan lembah bebukitan di dijejali dengan banyak bangunan-bangunan berbahan kayu. Transportasi dapat menggunakan taksi berargo, argonya pun cukup masuk akal, bahkan terbilang murah. Sayangnya keindahan kota Palu tidak didukung dengan aliran listrik yang lancar, informasi yang saya dapat ternyata dalam sehari masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah hanya mendapat jatah lampu menyala selama 8 jam, selebihnya harus terima nasib gelap gulita, kecuali mampu mengusahakan diesel sendiri.

Pemandangan Kota Palu

Untuk kuliner, kota palu tidak jauh beda dengan makassar. Letaknya yang dipinggir laut membuat kota palu kaya akan beragam jenis ikan. Dari ikan goreng hingga ikan bakar bisa ditemui di sini. Iseng saya bertanya dengan petugas hotel, mereka merekomendasikan RM. Awandi di dekat hotel santika tempat saya menginap untuk kuliner seafood.

Ikan segar

Menu makanan di awandiSelain seafood, kita juga mencicip kuliner seperti kaledo, yang sebenarnya dimakan bersama ubi. Tapi setelah mencoba sendiri ternyata rasanya tak jauh beda dengan sop kaki sapi hanya berasa rada asem. Dan ubinya lebih enak jika dimakan terpisah menurut saya…hahahaha. Masih berdasarkan rekomendasi petugas hotel, saya mencicip kaledo stereo di Jl. Diponegoro. Harganya cukup murah, sekitar 20.000/porsi

RM KaledoKaledoPariwisata yang sempat saya kunjungi saat di Kota Palu adalah tanjung karang, terletak 30 km dari Kota Palu, dapat ditempuh dalam waktu 30 menit-1 jam dengan kondisi jalan yang halus beraspal dan ditemani oleh hamparan laut serta bukit-bukit yang indah untuk dinikmati. Pantainya yang masih perawan dan belum dikelola, membuat tanjung karang sungguh terasa eksotis.

Suasana di Tanjung Karang Tanjung Karang

Ternyata Kota Palu sungguh cantik….. pantas dan layak untuk dikunjungi.

Tentang Monika Suharko

liitle old fashion woman that like to travel around the world n share to others
Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s